Christianity has become just another philosophy or a hobby people pursue on Sundays while others go golfing. And Jesus Christ is no more than an umbrella we take out when it’s “raining.”

Sad but true…!

no matter we already Christian from childhood, if such we must REPENT!

Christianity is not a religion but a RELATIONSHIP WITH A CREATOR OF UNIVERSE!

“religion” is just a ritual or a mere routine..

#BeCareful

#RememberYouaAreNotOfTheWorld – with you

View on Path

CERMIN DIRI DALAM KEHIDUPAN 💎

Roma 12:2 “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, ..”

Kita tiap hari menatap cermin melihat rupa kita, berusaha memperbaiki apa yang terlihat di cermin.

Bila rambut kita tidak rapi kita berusaha menyisir rambut kita untuk memperbaikinya.

Begitupun juga dengan cara kita bercermin memandang hidup kita,
hidup kita penuh dengan refleksi dan selalu membuat perubahan
berdasarkan apa yang kita lihat.

Ada 3 cermin yang dapat digunakan dalam kehidupan kita yaitu cermin berdasarkan penilaian orang lain,
penilaian diri sendiri, dan firman Tuhan.

Alkitab memberitahu kita bahwa
menjalani hidup demi untuk menyenangkan orang lain
bukanlah hidup yang hidup tepat.

Menjalani hidup berdasarkan penilaian diri dapat membawa kita kepada 2 ekstrim,yaitu kesombongan ataupun menyalahkan diri sendiri.

Yang terbaik adalah menjalani hidup, bercermin berdasarkan refleksi dari firman Tuhan saja.

Kita memiliki banyak pilihan dalam hidup. Kita dapat menjalani hidup
dan menetapkan standard yang ditetapkan oleh dunia di sekeliling kita, mengukur kesuksesan dan kegagalan dengan standar itu.

Dengan standard itu kita akan melihat bahwa kita tidak cukup berada, tidak cukup berpendidikan, tidak cukup trendy dsb.

Kita juga dapat menjalani hidup sesuai dengan standard pribadi kita, dengan ekspektasi dan ambisi tertentu. Dengan standard ini kita akan melihat bahwa kita tidak cukup tampan, tidak cukup cerdas, tidak cukup baik dsb.

Atau terakhir kita dapat hidup sesuai dengan standard dimana kita bisa melihat diri kita sebagaimana Tuhan melihat kita.

Bagaimana kita tahu apa yang Tuhan lihat dalam hidup kita ?

Kita dapat menemukan jawabannya melalui FirmanNya.

Melalui FirmanNya lah kita dapat belajar melakukan perubahan apa saja yang kita butuhkan dalam hidup ini.

Melalui FirmanNya lah kita dapat ber cermin dan menemukan refleksi yang sejati.

Cermin yang Anda gunakan hari ini?

View on Path

True! Ga hanya pendeta doang tp tanggung jawab smua anak2 Tuhan.. Memberitakan injil apa hrus pendeta/pastor gitu? Gak krena Tuhan ga prnah bilang itu tugas pdt doang tp tugas sluruh jemaat/org2 percaya!

Nah sy pun jg bkn pendeta, apa klo bagiin renungan dan cerita about Kristus hrs pendeta..?? Enggaa, sy jemaat jg kok,

Jadikan pemberita injil bukan suatu paksaan tp suatu kerelaan dan rasa terima kasih & penghormatan kpd Tuhan krena Tuhan sdh menyelamatkan kita dr kebinasaan kekal.. Malah memberitakan injil hrs jd gaya hidup.. Mngkin bs kita lakukan dgn bercerita atw ngobrol di taksi, di bangku pesawat,di stasiun,di kereta,angkutan umum dll bs berbicara tntang Tuhan dr situ.. Jgn kuatir klo di tolak ya gpp asal km ceritakan ssuatu tntang Kristus bagian dia mau percaya apa engga itu urusan org itu dgn Roh Kudus.. Injil adlh Tanggung jawab smua org2 sdh di selamatkan.. Jgn berkata “itu tugas pendeta, gw ga perlu lah” org yg udh diselamatkan pasti jg mau menyelamatkan yg lain..

Alami Injil stiap hari.. Pengalaman2 bersama Tuhan akan km dpt stiap hari.. &Tuhan akan membawa km ke kemuliaaan ke kemuliaan yg smakin besar lagi!

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Tuhan yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. (Roma 1:16) 🔥

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Tuhan. (1 Korintus 1:18) 🔥 – with you

View on Path

Hanya ada satu soal: Siapakah Yesus dari Nazaret itu? Tahukah Anda? Siapakah Yesus dari Nazaret itu? DIA ADALAH ROTI HIDUP

Mari kita lanjutkan membaca Yohanes 6:51, “Akulah roti kehidupan yang telah turun dari surga. Jikalau seseorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang akan Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Lihatlah, perkataan-Nya makin lama makin istimewa.

Perkataan-Nya, bahwa Dialah roti hidup yang telah turun dari surga, ini saja sudah cukup istimewa. Ia berkata pula bahwa siapa yang makan Dia tidak hanya tidak akan mati, tetapi akan hidup sampai selama-lamanya, betapa lebih istimewanya perkataan ini.

Bahkan lebih lagi Ia berkata, bahwa roti yang diberikan-Nya adalah daging-Nya sendiri. Tidak heran orang-orang Yahudi pada saat itu berkata bahwa perkataan-Nya itu keras. Siapa yang dapat menerimanya?

Tidak salah! Kita tidak pernah mendengar perkataan semacam itu sebelumnya.

Kita tidak pernah mendengarnya dari Kong Hu Cu, Meng Tse, Lao Tse, Chuan Tse, atau tokoh lainnya. Kita tidak pernah mendengarnya di China atau di negara lainnya. Tidak ada orang yang pernah mengucapkan perkataan semacam itu.

Karena itu, setelah Kristus mengucapkan perkataan itu, dalam 6:52 dikatakan, “Orang-orang Yahudi pun bertengkar antara sesama mereka dan berkata, ‘Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?’”

Doktrin apa yang Yesus beritakan? Tidak ada.

Yang dikatakan-Nya adalah memakan daging-Nya.

Ayat 55 dan 56 mengatakan, “Sebab daging-Ku benar-benar makanan dan darah-Ku benar-benar minuman. Siapa saja yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.”

Anda dapat melihat bahwa yang ditekankan-Nya adalah diri-Nya sendiri, bukan seperangkat doktrin, melainkan makan daging-Nya dan minum darah-Nya.

Orang yang memakan dan meminum-Nya akan hidup selamanya. -(Watchman Nee)

#BagianTerakhir

View on Path

AKULAH 💝

“Kata Yesus kepada mereka, ‘Akulah roti kehidupan; Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguh pun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.’”

Ia tidak memberitakan doktrin, Ia hanya berkata, “Akulah . . .”

Sudahkah Anda melihat yang tersirat di sini?

Kalau saya berkata bahwa saya adalah roti hidup dan siapa saja yang makan aku tidak akan lapar lagi, tentu Anda akan berkata bahwa Tuan Nee adalah orang gila dari Shanghai.

Para pemimpin agama pun hanya dapat memberikan doktrin kepada orang lain. Mereka tidak dapat memberikan diri mereka kepada orang lain, tetapi Yesus berbeda dengan mereka. Dia adalah roti hidup, Dia pun air pelerai haus untuk selamanya.

Soalnya adalah ketidakpercayaan orang kepada-Nya. Bila orang percaya kepada-Nya, segala sesuatu akan beres.

“Akulah roti kehidupan. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah (mengacu pada diri-Nya sendiri) roti yang turun dari Surga. Jikalau seseorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Inilah perkataan yang tidak dapat diucapkan oleh orang lain. Hanya Yesus yang dapat mengatakannya.

Dia bukan orang gila atau pembohong. Yang dikatakan-Nya selalu mengacu kepada diri-Nya. Manusia ini adalah roti hidup. Siapa saja makan Dia tidak akan mati!

Jadi, dasar kepercayaan kekristenan kita adalah soal siapakah Yesus, orang Nazaret itu!

Kita tidak meluangkan waktu untuk mempelajari ajaran-ajaran-Nya, tetapi kita perlu menjawab satu pertanyaan: Siapakah Dia?

Yang Kristus umumkan terus menerus di bumi bukanlah doktrin-doktrin-Nya melainkan diri-Nya.

Fokusnya bukanlah doktrin tetapi persona.

Kalau menyinggung doktrin, kitab-kitab Kong Hu Cu dan Meng Tse penuh dengan filsafat, etika dan moralitas yang jauh lebih banyak daripada yang ada di Alkitab. – (Watchman Nee)

#Bersambung

View on Path

Pastikan anda skrng di perahu yg benar.. Kalau sdh berada didlm perahu yg benar tdk ada yg perlu kamu kuatirkan atau takuti didlm kehidupan ini & apa yg menghadang di depan km skrng psti km bs atasi krena km tau siapa yg ada di perahu itu.. Wow amazing! #TuhanYangHidup

Good night.. Tuhan Yesus memberkati💝

View on Path

KESALAHPAHAMAN DI RUANG BERITA.

Baiklah tanyakan dahulu firman Tuhan (1Raja 22:5).

Seorang pria Kongo mendatangi kantor BBC News 24 untuk wawancara pekerjaan.
Namun, seorang produser yang selalu tepat waktu mengira ia seorang tamu penting yang sudah dijadwalkan untuk siaran.
Ia menuntun sang pelamar yang kebingungan, namun patuh itu ke dalam studio ruang berita dan memasangkan mikrofon kepadanya.

Saat tanda “on air” dihidupkan, orang yang mewawancarai tak memerhatikan wajah panik sang pria, dan pencari kerja yang gugup itu dengan canggung mengarang jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepadanya.
Saat kesalahpahaman itu disadari, jaringan berita itu meminta maaf.

Pria malang itu tidak berpura2 menjadi seorang tamu penting, ia justru dikira demikian.
Sebaliknya, Ahab, raja Israel, memilih untuk mengabaikan kebenaran dengan mencari jawaban dari nabi2 palsu yang berpura2 menjadi pemimpin agama.
Ahab tidak ingin bertanya kepada Tuhan melalui Mikha sang nabi ilahi “sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan malapetaka” (1Raja 22:8).
Sang raja benci terhadap kebenaran.

Kadang kita lebih memilih mendengar dusta yang enak didengar daripada kebenaran.
Namun, kita perlu mendapat nasihat dari para penasihat yang percaya bahwa “seluruh Kitab Suci yang diilhamkan Tuhan(Alkitab) dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2Timotius 3:16).
Jangan biarkan nafsu membuat kita menukar kebenaran Tuhan untuk dusta. MRD

Bila dosa membujuk, memikat Hindari tipuannya, jangan mendekat.
Kuasa untuk dapat mengalahkannya
Hanyalah iman kepada Tuhan.

LEBIH BAIK MENDENGARKAN KEBENARAN YANG PAHIT, DARIPADA DUSTA YANG MANIS.

View on Path